-->

Laporan Praktek Kerja Industri di PT. PJB UBJ O&M PLTU Pacitan

Jumpa lagi pren....
Kali ini saya akan share tugas Laporan Praktek Kerja Industri di PT. PJB UBJ O&M PLTU Pacitan, semoga saja bagi anda yang membutuhkan merasa terbantu..
Karena Laporan ini agak panjang, maka saya bagi menjadi beberapa bagian

Jangan lupa komen ya....


LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
(PRAKERIN)
DI PT. PJB UBJ O&M PLTU PACITAN

Laporan
Diajukan untuk melengkapi nilai akhir kegiatan
Praktik kerja industri (prakerin)
Tahun pelajaran _______________








Disusun oleh:

Nama  :
NIS      :
Kelas   : XI TITL
           


PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN
DINAS PENDIDIKAN
UPT SMK NEGERI 1 SUDIMORO
Jl. Raya Lorok – Trenggalek Km 12 Ds. Sukorejo – Kec. Sudimoro
TAHUN

LEMBAR PENGESAHAN INDUSTRI

PT. PJB UBJ O&M PLTU PACITAN
Jl. Raya Lorok – Trenggalek Km 12 Ds. Sukorejo – Kec. Sudimoro
Pacitan Jawa Timur





Telah diperiksa dan disahkan pada tanggal :







Pimpinan

Pembimbing





ARDI NUGROHO






ALWIN






LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH


Telah diperiksa dan disahkan pada tanggal :






Ketua Program Studi Keahlian
Pembimbing





SUPRIYANTO, S.T
NIP. 19730811201406 1 005





GERY MAULANA
Mengetahui
Kepala SMK Negeri 1 Sudimoro






ISMONO, S.Pd., MM.
NIP. 19600104 198603 1 020



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hidayah-NYA penulis bisa menyelesaikan dengan baik laporan Praktek Kerja Industri yang dilaksanakan di PT. PJB UJB O&M PLTU PACITAN, pada tahun pelajaran 2016/2017. Laporan ini kami susun untuk memenuhi tugas Praktek Kerja Industri.

            Dengan ini kami ucapkan terima kasih kepada PT. PLN dan PT. PJB UBJ O&M PLTU PACITAN yang telah memberikan kesempatan keada penulis untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri tesebut. Tidak lupa juga penulis ucapkan banyak terima kasih kepada :

·         Bapak Ismono, S.Pd., MM selaku kepala SMK Negeri 1 Sudimoro
·         Bapak Supriyanto, S.T. selaku ketua umum program studi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik
·         Gery Maulana selaku pembimbing dari sekolah
·         Bapak selaku General Manager
·         Bapak Alwin selaku pembimbing dan PT. PJB
·         Bapak Didian selaku pembimbing dari PT. PJB
·         Bpak Habib selaku pembimbing dari PT. PJB
Dan seluruh Guru SMK Negeri 1 Sudimoro dan seluruh karyawan PT. Pembangkit Jawa Bali yang telah memberikan motivasi kepada kami untuk lebih maju dan membimbing kami dengan sabar dan bijaksana.
Demikian laporan ini kami susun semoga dapat bermanfaat, kritik dan saran yang membangun akan kami terima dengan senang hati.                                                    

Penyusun




___________________




















DAFTAR ISI


Halaman Judul................................................................................................. i
Lembar Pengesahan......................................................................................... ii
Kata Pengantar................................................................................................. iv
Daftar Isi.......................................................................................................... vi
Daftar Gambar................................................................................................. vii
Daftar Lampiran............................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1      Latar belakang.................................................................................. 1
1.2      Tujuan Praktek Kerja Industri.......................................................... 2
1.3      Manfaat Praktek Kerja Industri....................................................... 2
BAB II TINJAUAN UMUM
2.1    Gambaran Umum PT. PJB UBJ O&M PLTU PACITAN.............. 4
2.2    Struktur Organisasi PT. PJB UBJ O&M PLTU PACITAN............ 6
2.3    Sejarah Singkat PT. PJB.................................................................. 7
BAB III URAIAN KEGIATAN PRAKERIN 
3.1    Waktu dan tempat pelaksanaan....................................................... 8
3.2    Uraian kegiatan PRAKERIN.......................................................... 8
3.2.1        Pemasangan Lampu Boiler................................................... 8
3.2.2        Pengecekan Motor Listrik.................................................... 10
3.2.3        Membuat Lilitan Kawat Motor Listrik................................. 14
3.2.4        Merakit Rangkaian Instalasi Penerangan Boiler................... 15
3.2.5        Pembongkaran Motor PA Fan #1 B..................................... 18
3.2.6        Pengecekan Panel Power Motor Listrik............................... 24
3.2.7        Pengecekan Power Crane Turbin #1.................................... 28
3.2.8        Preventive Maintenance ID Fan #1 A.................................. 29
3.2.9        Preventive Maintenance Cell/Baterai................................... 31
3.2.10    Perbaikan Motor DC Oil Pump............................................ 32
3.2.11    Merakit Rangkaian Pengoperasian Motor 3 Fase................. 34
3.2.12    Insulation Test Rotor dan Stator Generator #1.................... 38

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH
4.1         Permasalahan................................................................................. 41
4.2         Pemecahan Masalah....................................................................... 41

BAB V PENUTUP
5.1         Kesimpulan.................................................................................... 42
5.2         Saran                                                                                               ........ 42
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
  

DAFTAR GAMBAR


Gambar 2.1 struktur organisasi
Gambar 3.1 Rangkaian instalasi penerangan boiler
Gambar 3.2 Jenis-jenis motor listrik
Gambar 3.3 Rangkaian instalasi penerangan boiler
Gambar 3.4 Rotor
Gambar 3.5 Stator
Gambar 3.6 Terminal Box
Gambar 3.7 Bagian-bagian motor listrik
Gambar 3.8 Udara pembakaran
Gambar 3.9 Udara Primer
Gambar 3.10 Sistem 3 Fasa
Gambar 3.11 Hubungan Bintang (Yang, wye)
Gambar 3.12 Hubungan Segitiga (delta, , D)
Gambar 3.13 Rangkaian DOL Biasa
Gambar 3.14 Rangkaian Dol 2 Tempat
Gambar 3.15 Rangkaian DOL 2 Arah Putar
Gambar 3.16 Rangkaian DOL Bergantian
Gambar 3.17 Rangkaian DOL Berurutan
Gambar 3.18 Rangkaian Star-Delta
  
DAFTAR LAMPIRAN
1.      Surat Keterangan diterima PRAKERIN
2.      Surat Keterangan selesai PRAKERIN
3.      Jurnal Kegiatan pelaksanaan PRAKERIN
4.      Penilaian untuk perusahaan/industri
5.      Lembar Konsultasi Bimbingan
6.      Absensi Peserta PRAKERIN
7.      Foto-foto kegiatan PRAKERIN

 BAB 1
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya dibidang Teknik Instalasi Tenaga Listrik, diharapkan adanya sumber daya manusia yang mampu menjalankan hal-hal yang bermanfaat bagi manusia dibidang Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Di lingkungan sekolah siswa belum mengetahui perkembangan teknologi secara detail dan belum mempunyai pengalaman didunia kerja. Oleh karena itu, siswa membutuhkan teori dan praktek dalam bidang Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa program pendidikan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, maka siswa diwajibkan menempuh Praktek Kerja Industri. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat menerapkan bekal yang diperoleh di bangku sekolah ke dalam dunia kerja dan mencari pengalaman di dunia kerja, sehingga siswa lebih mengetahui permasalahan yang berhubungan dengan listrik khususnya bidang instalasi tenaga listrik.
Hal ini yang mendasari siswa untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri. Dengan melaksanakan Praktek Industri berarti menyelaraskan pengetahuan dan keterampilan yang didmiliki siswa sesuai perkembanngan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Tempat Praktek Industri disesuaikan dengan jurusan yang ditempuh siswa. Berdasarkan pertimbangan tersebut, dimana program study yang ditempuh oleh penulis adalan Pendidikan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, maka penulis memilih PT. Pembangkitan Jawa Bali sebagai tempat pelaksanaan Praktek Kerja Industri.
1.2         Tujuan Prakerin
1.2.1        Tujuan Umum
a.    Untuk memperoleh ilmu pengetahuan, keahlian, keterampilan, menggali informasi dan teknologi dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia.
b.    Meningkatkan kualitas lulusan Program Pendidikan Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang terampil dan handal serta dinamis.
1.2.2        Tujuan khusus
a.       Siswa dapat mengetahui dan melaksanakan situasi dunia kerja
b.      Siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang system pembangkit tenaga listrik
c.       Siswa dapat membongkar dan memasang instalasi tenaga listrik
d.      Siswa dapat memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada sistem instalasi tenaga listrik
e.       Untuk dapat pengalaman di dunia kerja
f.       Untuk memenuhi syarat praktek kerja industri
1.3         Manfaat Prakerin
1.3.1        Bagi siswa
a.       Menambah ilmu pengetahuan dan terjun langsung ke lapangan pekerjaan.
b.      Mengetahui system kerja dan peraturan di perusahaan
c.       Menambah pengetahuan serta keterampilan dalam memperbaiki dan merawat system instalasi tenaga listrik
d.      Mengetahui seluk beluk dan manajemen perusahaan
1.3.2        Bagi Perusahaan
a.       Adanya hubungan yang serasi antara dunia kelistrikan dengan dunia pendidikan sehingga ada hubungan timbal balik antara keduanya.
b.      Secara tidak langsung perusahaan mendapat promosi untuk mencari pegawai dan karyawan yang lebih baik.


 BAB II

TINJAUAN UMUM
2.1         Gambaran Umum PT. PJB UBJ O&M PLTU 1 PACITAN
                 PLTU 1 Jatim, Pacitan yang terletak di Jl. Lorok-Trenggalek Km 12 Ds. Sukorejo – Kec. Sudimoro, Pacitan dibangun dalam proyek percepatan pembangkitan tenaga listrik berbahan bakar batu bara berdasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 71 tahun 2006 tanggal 5 Juli 2006 tentang penugasan kepada PT. PLN (Persero) untuk melakukan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batu bara. Peraturan Presiden tersebut menjadi dasar pembangunan 10 PLTU di Jawa dan 25 PLTU di Luar Jawa-Bali atau yang dikenal dengan nama Proyek Percepatan PLTU 10.000 MW. Pembangunan proyek PLTU tersebut guna mengejar pasokan listrik yang akan mengalami defisit sampai beberapa tahun mendatang, serta pengalihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke batu bara yang berkalori rendah (4.200 kcal/kg). Dalam pelaksanaan pembangunan proyek PLTU 1 Jatim, Pacitan yang mempunyai kapasitas 2 x 315 MW, PT. PLN (Persero) ditunjuk sebagai pelaksana Jasa Manajemen Konstruksi untuk melakukan Supervisi selama periode konstruksi, sesuai surat penugasan Direksi No. 01041/121/DIRKIR/2007 bulan Juni 2007. Kontrak EPC PLTU 1 Jatim, Pacitan ditanda tangani pada tanggal 7 Agustus 2007 oleh PT. PLN (Persero) dan Konsorsium Dongfang Electric Company dari China dan Perusahaan Lokal PT. Dalle Energy.
                 PLTU 1 Jawa Timur – Pacitan ini mempunyai 2 unit pembangkit yang mempunyai kapasitas total tenaga listrik sebesar 2 x 315 MW = 630 MW. Energi yang dihasilkan oleh PLTU 1 Jawa Timur – Pacitan disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kv SEPANJANG 35,65 Kilometer ke Gradu Induk Pacitan Baru dan sepanjang 84,8 Kilometer Kilometer ke Gardu Induk Wonogiri. Proyek PLTU ini selesai secara operasional unit 1 pada tanggal 24 Juni 2014 dan unit 2 pada tanggal 21 Agustus 2013. 

2.2 Struktur Organisasi PT. PJB UBJ O&M PLTU PACITAN

 

2.3     Sejarah Singkat PT. PJB

            Keberadaan PT Pembangkit Jawa-Bali berawal dari restrukturisasi PLN tahun 1982, dimana untuk wilayah Jawa-Bali dilakukan pemisahan unit sesuai fungsinya, Unit PLN Distribusi serta Unit PLN Pembangkitan dan Penyaluran. Selanjutnya pada tanggal 3 Oktober 1995, khusus untuk bidang pembangkitan, dilakukan restrukturisasi dengan membentuk dua anak perusahaan dibidang pembangkitan, yaitu PT. Pembangkitan Tenaga Listri Jawa-Bali I dan PT Pembangkitan Tenaga Listrik II. Restrukturisasi tersebut bertujuan memisahkan misi komersial yang diemban. Dalam perjalanannya, PT Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I berganti nama menjadi PT Indonesia Tower, sedangkan PT. Pembangkitan Tenaga Listrik II berganti nama menjadi PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB).
            Perusahaan ini didirikan dengan tujuan melaksanakan desentralisasi, meningkatkan efisiensi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mampu berkembang secara mandiri dengan menyelenggarakan usaha ketenagalistrikan berdasarkan prinsip industri dan niaga yang sehat dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas (PT), serta untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan pembangkit listrik swasta. Pada awal berdiri, PJB mengelola pembangkit dengan total kapasitas 6.526 MW, yang terbesar di berbagai daerah di Pulau Jawa.
  
BAB III
URAIAN KEGIATAN PRAKERIN
3.1.       Waktu dan Tempat Pelaksanaan
                 Waktu pelaksanaan PRAKERIN selama 3 bulan, dimulai pada tanggal 22 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 22 September 2016. Bertempat di PT. PJB UBJ O&M PLTU 1 Jatim, Pacitan yang beralamat di Jl. Lorok – Trenggalek Km 12 Ds. Sukorejo – Kec. Sudimoro, Pacitan.
3.2.       Uraian Kegiatan PRAKERIN
3.2.1   Pemasangan Lampu Boiler
Teori Dasar Instalasi Penerangan
Pengertian Instalasi Penerangan
                Instalasi penerangan adalah suatu rangkaian beberapa komponen listrik dari sumber ke beban yang berhubungan satu sama lainnya serta terletak pada suatu ruangan atau tempat tertentu. Instalasi ini berupa titik atau cahaya sehingga terbentuklah suatu sistem yang memiliki fungsi. Adapun fungsinya adalah untuk penerangan. Suatu instalasi penerangan dapat berfungsi dengan baik dan aman haruslah memenuhi syarat pemilihan pengaman dan penghantar atau sesuai PUIL 2000.

Sistem Instalasi Penerangan Boiler PLTU Pacitan
                Sistem instalasi penerangan boiler PLTU Pacitan secara keseluruhan menggunakan sistem penerangan otomatis yaitu memanfaatkan sensor cahaya sebagai alatnya. Namun seiring berjalannya waktu sistem sensor tidak lagi berfungsi karena kerusakan alat. Untuk mengatasinya yaitu mengganti sistem sensor dengan sistem timer dimana lampu dinyalakan pada pukul 17.30 hingga pukul 06.00.

3.2.2   Pengecekan Motor Listrik
Teori Dasar Motor Listrik
Pengertian Motor Listrik
                Motor Listrik adalah suatu alat yang dapat merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air, penyedot debu dan lain-lain. Motor listrik yang umum digunakan didunia industri adalah motor listrik asinkron atau dikenal motor induksi.
Jenis-jenis Motor Listrik
                Berikut ini adalah jenis-jenis motor listrik secara umum

 
 Motor Arus Bolak-Balik (AC)

                Motor arus bolak - balik menggunakan arus listrik yang membalikkan arahnya secara teratur pada rentang waktu tertentu. Motor listrik mempunyai jumlah putaran tergantung pada jumlah kutub dan frekuensi listrik ( standar AC : 50 Hz). Motor listrik dibagi menjadi dua jenis yaitu :

1.Motor Listrik Sinkron
         Motor sinkron adalah motor AC, bekerja pada kecepatan tetap pada sistem frekwensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan daya dan memiliki torque awal yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok untuk penggunaan awal dengan beban rendah, seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan generator motor.
2.Motor Listrik Asinkron (Induksi)
         Motor asinkron (induksi) merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah dan mudah didapat, dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC. Motor induksi dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1)      Motor Induksi 1 Fasa
            Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator, beroperasi dengan pasokan daya satu frasa. Motor ini merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti kipas angin, mesin cuci dan pengering pakaian.
2)      Motor Induksi 3 Frasa
            Motor dengan medan magnet yang berputar leh pasokan tiga fase yang seimbang. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor, grinder, dan motor PA Fan.
Motor Arus Searah (DC)
                 Motor arus searah (DC) yaitu motor yang menggunakan arus searah untuk bekerja. Cara kerja motor DC adalah adanya interaksi dua buah kutub magnet yang mengakibatkan motor bergerak. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakkan bearing pada ruang diantara kutub medan. Motor arus searah dibagi menjadi dua yaitu :
1.      Motor DC Separately Excited
    Motor DC Separately Excited (Sumber daya terpisah) adalah motor dengan arus medan dipasok dari sumber yng terpisah dengan komparan motor.
2.      Motor DC Self Excited
    Motor DC Self Excited (Sumber daya sendiri) adalah motor dengan arus medan dipasok dari sumber yang sama dengan kumparan motor.
Motor DC ini dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1.      Motor DC Seri
    Motor dengan gulungan medan dihubungkan secra seri dengan gulungan kumparan motor.
2.      Motor DC Shunt
    Motor dengan gulungan medan dihubungkan secara pararel dengan gulungan kumparan motor
3.      Motor DC Campuran
    Motor dengan gulungan medan dihubungkan secara seri dan pararel dengan gulungan kumparan motor.
Prosedur Pengecekan Motor
1.      Persiapan Peralatan
a.       Tang
b.      Obeng
c.       Megger
d.      Kunci pas
e.       Multimeter
f.       Kunci panel
g.      Safety shoes
h.      Helm
i.        Masker
2.      Safety Permit
3.      Pelaksanaan
a.       Mematikan sumber listrik
Hal ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan akibat tersengat listrik
b.      Membuka koneksi motor
c.       Mengukur tahanan isolasi
Mengukur tahanan isolasi dengan menggunakan megger.
d.      Mengukur resistensi
Mengukur resistansi menggunakan multimeter.
e.       Uji coba
Uji coba dilakukan dengan runing motor. Jika rusak maka motor dapat diganti atau diperbaiki.
4.      Laporan
3.2.3.  Membuat Lilitan Kawan Motor Listrik
                        Lilitan pada motor diperkirakan dalam menghasilkanmedan magnet, mengapa demikian ? Karena jika lilitan dialiri listrik 3 fasa maka akan menghasilkan medan magnet dan inilah yang menyebabkan rotor berputar. Sedangkan jumlah lilitan pada motor bergantung pada jenis motornya. Berikut adalah prosedur pembuatan lilitan motor listrik.
1.      Persiapan alat dan bahan
a.       Obeng
b.      Kawat
c.       Tang potong/gunting
d.      Isolasi
e.       Mesin gulungan kawat
2.      Pelaksanaan
a.       Perhitungan
Menghitung berapa jumlah lilitan dan gulungan yang diperlukan. Jumlah lilitan biasanya tertera pada motor.
b.      Pembuatan lilitan
Membuat lilitan menggunakan alat gulungan kawat.
c.       Pengecekan
Mengecek lilitan yang sudah jadi. Jika sudah benar maka dapat digunakan.
3.      Pembersihan area
        Membersihkan tempat jika terdapat kotoran / sampah sisa.
3.2.4 Merakit Rangkaian Instalasi Penerangan Boiler
Teori Dasar
MCB
Pengertian MCB
                 MCB merupakan kependekan dari Miniature Circuit Breaker. Biasanya MCB digunakan pihak PLN untuk membatasi arus sekaligus sebagai pengaman dalam suatu instalasi listrik.
Fungsi MCB
                 Secara umum MCB berfungsi sebagai alat pembatas arus listrik selain itu MCB juga sebagai pengaman hubung singkat (konsleting).
Kontaktor
                 Kontaktor juga disebut saklar elektromagnetik, yaitu saklar yang sistem operasinya dengan cara kerja sistem elektromagnetik dan merupakan alat yang aman untuk penyambungan dan pemutusan secara terus menerus/continue.
Fungsi Kontaktor
                 Kontaktor digunakan untuk mengerjakan atau mengoperasikan dengan seperangkat alat control beban, seperti :
a.    Penerangan
b.    Pemanas
c.    Pengontrol motor listrik
d.   Pengaman motor listrik
Timer
Pengertian Timer
                 Timer adalah suatu piranti yang menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak saklar. Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan perelatan kontrol lain seperti : Kontaktor, Thermal Over Load, dll.
Fungsi Timer
                Fungsi timer adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang dikendalikannya. Timer ini dimaksudkan untuk mengatur hidup atau mati dari sebuah kontaktor atau alat kontrol lain.
Prosedur Merakit Rangkaian Instalasi Penerangan
         Seperti yang kita ketahui bahwa instalasi penerangan pada boiler PLTU Pacitan adalah instalasi penerangan dengan sistem otomatis, dimana lampu akan menyala akibat adanya sensor atau timer. Berikut ini adalah prosedur perakitan rangkaian instalasi penerangan boiler PLTU Pacitan.
1.      Pembuatan gambar rangkaian instalasi penerangan
Berikut adalah gambar rangkaian instalasi penerangan boiler PLTU Pacitan
 2.      Persiapan alat dan bahan
a.       Kontaktor magnet
b.      MCB
c.       Lampu
d.      Timer
e.       Box Panel
f.          Kabel secukupnya
g.         Tang
h.         Obeng
i.           Cuter
3.      Perakitan rangkaian
a.       Pembacaan gambar
Membaca dan memahami gambar rangkaian sebelum melakukan perakitan
b.      Pemotongan kabel
Memotong kabel sesuai jumlah yang diperlukan kemudian mengupas kabel dengan tang kupas atau cuter
c.       Perakitan dalam panel
Melakukan perakitan rangkaian listrik suesuai dengan gambar rangkaian.
d.      Pengecekan
Melakukan pengecekan rangkaian. Gunanya untuk menanggulangi adanya kerusakan peralatan akibat kesalahan/ meminimalisir kegagalan.
4.      Uji coba rangkaian
Melakukan uji coba pada rangkaian yang telah terbuat. Jika masih belum menyala maka diperlukan pengecekan ulang.
5.      Laporan hasil

 3.2.5 Pembongkaran Motor PA Fan # 1 B

Teori Dasar
Bagian-bagian Motor Induksi 3 Frasa
              Secara umum konstruksi motor induksi 3 frasa yaitu rotor, stator, dan terminal box.
Rotor
              Rotor adalah bagian yang berputar dari sebuah motor. Rotor dapat berputar dengan dua sumber energi :
1.      Energi Mekanik
- Dengan tangan anda
- Dengan putaran dari alat yang terhubung dengan rotor tersebut.
2.      Energi Listrik
Motor diberikan arus listrik.
Stator
              Stator terdiri dari lilitan atau kumparan yang memberikan efek magnet kepada rotor jika dialiri listrik, sehingga rotor dapat berputar.
Terminal Box
              Terminal box adalah “stop kontak” yang bertugas menyambung aliran listrik dari sumber ke motor. Dari terminal box, pengaturan starter star atau delta dapat dilakukan. Pengaturan star atau delta mengacu pada informasi yang tertera pada nameplate motor.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut.
Fuiiiiih..... panjang juga ya sob..
Buat sobat yang membutuhkan kelanjutan dari Laporan Praktek Kerja Industri di PT. PJB UBJ O&M PLTU Pacitan silahkan klik di sini








Iepunks
Saya Hanya mencoba menjadi orang yang bermanfaat dunia dan akhirat

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter